Saturday, November 06, 2010

Mekanisme Tsunami Akibat Longsoran di Bawah Laut...!?



Ada rekan kita yang menanyakan tentang longsoran bawah laut yang menyebabkan tsunami, bahkan konon katanya hanya dengan gempa yang magnitudo kecilpun mampu menimbulkan longsoran yang berpotensi menimbulkan Tsunami. Berita di Antara ini memang membenarkan dan memberitakan hal itu.




:( “Whaduuh, berpotensi tsunami meski gempa dalam magnitudo kecil ?”.
Memang benar salah satu penyebab tsunami adalah longsoran bawah laut. Dahulu saya pernah mendongeng hal ini ketika Tsunami Aceh. Tetapi mungkin masih di webBlog yang lain. OK deh didongengkan disini. Dahulu saya mendongeng longsoran ini ketika terjadi Tsunami Aceh. Awalnya British Marine Survey-lah yang menduga adanya longsoran yg memicu tsunami aceh, namun berikutnya diketahui yang utama bukan longsoran, tetapi dislokasi akibat patahan.
:( “Barangkali kebanyakan didongengkan malah pada tidur dan lupa dongengan Pakdhe yang lama, ya ?”

Lereng kritis yang berpotensi longsor

Longsor merupakan sebuah kejadian tiba-tiba (suddent process”, ceritanya mirip dengan gempa. Ada sebuah proses penumpukan potensi atau penumpukan tenaga yang apabila dipicu maka akan terjadilah.

http://dongenggeologi.files.wordpress.com/2007/05/soc.gif?w=149&h=147Secara mudah digambarkan seperti disebelah kiri ini. Gambar kiri ini menunjukkan adanya penumpukan pasir yang akan memiliki sudut kritis. Pada mulanya pasir akan menumpuk hingga mencapai sudut lerengnya yang maksimum, dikenal dengan nama sudut kritis. Dalam ilmu geomorfologi dikenal dengan nama “angle of repose”. Setelah sudut ini tercapai, maka pena mbahan pasir akan menyebabkan “runtuhnya” lereng.

Kalau pasir ini berupa pasir lepas, tentusaja sudutnya landai. Tetapi kalau bercampur dengan pasir halus dan lempung sebagai pengikat, maka sudut yang dibentuk bisa lebih curam.

Dalam tulisan sebelumnya disini dijelaskan adanya beberapa model sudut ini. Dibawah ini dijelaskan satu model saja ya. Lainnya lihat saja di tulisan sebelumnya disini Snow Avalanche bencana yang terjadi karena sebutir salju.

soc1.pngModel 1
Model di sebelah ini menggambarkan bagaimana sebuah tumpukan kotak biru (anggap saja satu butir pasir) yang akan stabilapabila sudut kelerengannya atau gradiennya 2 atau 60 derajat. Sudut ini akan menjadi sudut kritisnya. Ketika ditambah satu tumpukan diatasnya, maka tumpukan itu akan jatuh kebawahnya, dan yang dibawah akan jatuh ke bawahnya lagi, dan seterusnya. Sampai maksimum hanya dua tumpukan disebalah ruang kosong.

Model selanjutnya klik kursor anda di sini

Nah di atas itu menunjukkan bagaimana timbulnya sudut kritis. Sekarang kita tengok peta dasar laut ya. Dibawah ini memperlihatkan peta dasar laut di sekitar Indonesia.

Tsunami yang dipicu oleh longsoran (tsunamigenic submarine landslide)

Di mailist IAGI-net saya dan Pak Awang pernah ngobrol tentang hal ini sekitar awal 2005. Tsunami ini disebut sebagai tsunamigenic submarine landslide Ada beberapa tsunamigenic submarine landslide besar yang teranalisis dengan baik. Kejadiannya pada masa lalu dan dianalisis oleh Bugge et al (1987) : “A giant three-stage submarine slide off Norway” (Geo-Marine Letters, vol 7, p. 191-198).


seafloor1.jpg
Setelah terjadi mega tsunami di Aceh Desember 2004, Angkatan Laut Inggris melakukan survey pemetaan kedalaman dasar laut dan menghasilkan beberapa gambar disebelah ini. Dalam gambar disebelah ini terlihat adanya bentuk-bentuk bukit yang berada didepan ujung dari paparan.

Gambar disebelah ini sangat nyata dan jelas menunjukkan adanya sebuah longsoran bukit besar yang seolah-olah telah bergeser turun kebawah, longsor. Coba klik gambar disebelah ini untuk memperbesar. Gambar kiri bawah ini menunjukkan gundukan panjang yang longsor, dari sebuah lereng paparan menuju abissal (laut dalam).



Dengan adanya survey ini maka pada waktu itu muncul dugaan atau hipotesa, bahwa tsunami Aceh yang terjadi sangat besar akibat adanya longsoran bawah laut ini selain adanya dislokasi patahan.


seafloor5.jpgNamun dugaan tsunami Aceh didominasi longsoran tidak dapat dibuktikan dengan data dating (penentuan umur). Longsoran ini diduga sudah terjadi sebelum kejadian Mega Tsunami 2004.

Secara mudah dapat dipahami bahwa sudut lereng paling kiritis di laut berada pada ujung paparan (shelf edge). Apabila lereng ini berada pada daerah jalur gempa, tentusaja sangat mudah terjadi longsor ketika ada sebuah getaran yang menganggu. Itulah sebabnya mengapa gempa dengan magnitudo kecilpun dapat memicu longsoran yang akan menyebabkan tsunami.

Prosesnya mirip dengan yang terlihat dalam proses terjadinya longsoran diatas. Yaitu ketika lereng kritis ini tergetarkan atau terganggu getaran gempa maka akan menyebabkan longsornya tebing paling curam.

Dimana pinggir paparan yang rawan longsor ini ?

indonesia


Kalau memang tebing tercuram dalam sebuah paparan itu rawan terjadi runtuh, maka perlu diketahui pinggir paparan (shelf edge) mana saja yang berpotensi menyebabkan tsunami apabila longsor. Di sebalah kiri ini gambar topografi dan batimetri laut atau peta ketinggian dan peta kedalaman laut. (klik gambarnya untuk memperbesar).



Apabila digabungkan dengan potensi peta gempa maka dapat diketahui daerah mana saja yang rawan terjadi tsunami.

Daerah yang selama ini jarang diamati terjadinya tsunami adalah Selat Makassar. Di Selat Makassar ini cukup sering terjadi tsunami yang disebabkan oleh longsoran (tsunamigenic submarine landslide).


seafloor6.jpg


Pengamatan dan pemetaan dasar laut ini dapat juga dipakai untuk mempelajari proses-proses apa saja yang terjadi dilaut dalam. Di bawah ini memperlihatkan bentuk lembah dan jurang erosi (canyon) yang mirip dengan erosi di daratan. Perhatikan bentuk lembah akibat erosi dan slide scar akibat longsoran. 



0 komentar:

Post a Comment

 

Pilar Wawasan Copyright © 2014